I.
PENDAHULUAN
1.1.
Dasar Teori
Hama
merupakan semua organisme atau binatang yang karena aktivitas hidupnya
merusak tanaman sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi manusia.
Penggolongan hama dapat dibedakan berdasarkan kelas, filum, dan ordo. Berdasarkan
filumnya, filum yang berpotensi sebagai hama tanaman terdiri dari empat filum
yaitu, filum aschelminthes
yang merupakan filum yang banyak dikenal berperan sebagai hama tanaman
(bersifat parasit) yaitu nematoda. Namun, tidak semua anggota klas nematoda
bertindak sebagai hama, sebab ada di antaranya yang berperan sebagai nematoda
saprofag dan nematoda predator (pemangsa). Filum mollusca, dari filum ini anggotanya
yang dapat berperan sebagai hama adalah dari klas gastropoda, salah satu
jenisnya adalah bekicot dan keong emas. Filum chordata, anggota dari filum ini
terdiri dari klas mammalia, yaitu keluarga bajing dan tikus, sedangkan filum
arthropoda merupakan filum yang beranggota dari klas Arachnida (tunggau) dan
klas Insecta atau serangga. (Tim
opt, penuntun praktikum organisme pengganggu tumbuhan, Fakultas pertanian Unpar
(Palangka raya.2013).
Jika
dilihat dari kerusakan yang ditimbulkan, spesies yang bertindak sebagai hama
terdiri dari enam ordo yaitu :
1)
Ordo Orthoptera
Orthoptera berasal dari kata orthos (lurus) dan
pteron (sayap). Golongan serangga ini sebagian anggotanya dikenal
sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak
sebagai predator. Sewaktu istirahat sayap bagian belakangnya dilipat secara
lurus dibawah sayap depan. Sayap depan mempunyai ukuran lebih sempit dari pada
ukuran sayap belakang. Misalnya belalang kayu (Valanga nigricornis).
2)
Ordo Hemiptera
Hemiptera
berasal dari kata Hemi (setengah) dan pteron
(sayap). Beberapa jenis serangga dari ordo ini pemakan tumbuhan dan
adapula sebagai predator yang mengisap tubuh serangga lain dan golongan
serangga ini mempunyai ukuran tubuh yang besar serta sayap depannya mengalami
modifikasi, yaitu setengah didaerah pangkal menebal, sebagiannya mirip selaput,
dan sayap belakang seperti selaput tipis. Misalnya walang sangit (Leptocorisa acuta).
3)
Ordo Homoptera
Homoptera berasal dari kata Homo
(sama) dan pteron (sayap). Serangga golongan ini mempunyai sayap
depan bertekstur homogen. Sebagian dari serangga ini mempunyai dua bentuk,
yaitu serangga bersayap dan tidak bersayap. Misalnya kutu daun (Mycus persicae).
4)
Ordo Lepidoptera
Lepidoptera
berasal dari kata lepidos (sisik)
dan pteron (sayap). Larva sangat berpotensi
sebagai hama tanaman, sedangkan imagonya (kupu-kupu dan
ngengat) hanya mengisap madu dari tanaman jenis bunga-bungaan. Sepasang
sayapnya mirip membran yang dipenuhi sisik yang merupakan modifikasi dari
rambut. Misalnya ngengat atau imago (Plutella
xylostella).
5)
Ordo Coeleptera
Coeleptera berasal dari kata Coleos
(seludang) dan pteron (sayap). Tipe serangga ini memiliki sayap
depan yang mengeras dan tebal seperti seludang berfungsi untuk
menutup sayap belakang dan bagian tubuh. Sayap bagian belakang mempunyai
struktur yang tipis. Anggota-anggotanya sebagian sebagai pengganggu tanaman,
namun ada juga yang bertindak sebagai pemangsa serangga jenis yang berbeda.Misalnya
kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros).
6)
Ordo Diptera
Diptera berasal dari kata Di (dua)
dan pteron (sayap). artinya merupakan
bangsa lalat, nyamuk meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah,
predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di
depan, sedangkan sayap belakang telah berubah menjadi halter yang multi fungsi
sebagai alat keseimbangan, untuk mengetahui arah angin, dan alat pendengaran.
Misalnya lalat buah (Dacus. sp) (Rioardi,
2009).
Selama
perkembangan tubuhnya, hama serangga tanaman ini mengalami perubahan-perubahan
yang nyata. Perubahan ini dibedakan menjadi dua, yaitu perkembangan
paurometabola dan holometabola. Serangga yang termasuk alam tipe ini yaitu ordo
orthoptera, hemiptera, dan homoptera. Pada tipe perkembangan paurometabola
mengalami tiga tahap pertumbuhan pada siklus hidupnya, yaitu stadia telur,
nimfa (serangga pradewasa) dan imago. Nimfa dan imago memiliki tipe alat mulut
dan jenis makanan yang sama, bentuk nimfa menyerupai induknya hanya ukurannya
lebih kecil, belum bersayap, dan belum memiliki alat kelamin. Serangga
pradewasa mengalami beberapa kali pergantian kulit, diikuti pertumbuhan tubuh
dan sayap secara bertahap. Sedangkan perkembangan pada holometabola memiliki
empat tahap selama siklus hidupnya, yaitu telur, larva serangga pradewasa, (ulat),
pupa (kepompong), dan imago. Larva merupakan fase yang aktif makan, sedangkan
pupa merupakan bentuk peralihan yang dicirikan dengan terjadinya perombakan dan
penyususunan kembali alat-alat tubuh bagian dalam dan luar. Serangga yang
memiliki perkembangan holometabola yaitu ordo lepidoptera, ordo coleoptera,
ordo hymenoptera (Hartati, 2009).
Jenis kerusakan pada tanaman oleh serangga
hama sangat erat kaitannya dengan tipe alat mulut dari serangga hama itu
sendiri. Ada beberapa tipe alat mulut serangga yaitu, tipe alat mulut
menggigit-mengunyah, tipe alat mulut menusuk menghisap, tipe alat mulut meraut
menghisap, tipe alat mulut mengait-mengisap, dan tipe alat mulut menjilat
menghisap (Yoga Permana, 2012).
1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum mengenal ordo
serangga adalah untuk mengetahui perbedaan ke enam ordo serangga hama tanaman
serta mengetahui lebih jelas perbedaan masing-masing bagian tubuh serangga
(kepala, dada, sayap, perut, dan kaki), sehingga memudahkan
pengklasifikasian/identifikasi ke enam ordo serangga hama tanaman.
II. BAHAN DAN METODE
3.1.
Tempat dan Waktu
Kegiatan
praktikum Mengenal Ordo Serangga ini
dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Palangka
Raya pada hari Sabtu, 12 April 2014 pukul 13.00-14.45 WIB.
3.2.
Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan pada praktikum ini adalah lalat buah(Dacus .sp), belalang kayu (Valenga
nigricorius), jangkrik (Gryllus
asimilis), larva/uret kumbang kelapa (Oryctes
rhinoceros), kumbang kelapa (Oryctes
rhinoceros), walang sangit (Leptocorisa acuta), kepik, kutu daun (Mycus percisae), dan ngengat (Plutella xylostella).
Sedangkan alat yang digunakan adalah lup, alat gambar, dan alat tulis lainnya.
3.3.
Cara Kerja
a)
Mengamati masing-masing serangga yang
telah disiapkan.
b)
Kemudian mencatat ordo serangga, tipe
perkembangan, bentuk sayap, tipe alat mulut, dan bagian-bagian tanaman yang
diserang pada masing-masing serangga serta memfoto serangga yang diamati.
c)
Setelah itu menggambar serangga
keseluruhan dengan masing masing bagian tubuh serang, dari kepala, dada, sayap,
perut, dan kaki.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil Pengamatan
Dari
hasil pengamatan mengenal gejala penyakit tumbuhan yang telah dilakukan, dapat
disajikan pada tabel dibawah ini :
Tabel.
1 Hasil Pengamatan Mengenal Ordo Serangga
|
No
|
Nama
Serangga
|
Ordo
Serangga
|
Tipe
Perkembangan
|
Bentuk
Sayap
|
Tipe
Alat Mulut
|
Bagian
Tanaman
Yang Diserang
|
|
1
|
Kumbang
kelapa
|
Coloeptera
|
paurometabola
|
Bersayap
seludang pada bagian depan, bagian belakang seperti selaput
|
Menggigit
menguyah
|
Akar
Pangkal batang
|
|
2
|
Belalang
kayu
|
Orthoptera
|
paurometabola
|
lurus
|
Menggigit
menguyah
|
daun
|
|
3
|
Kepik
|
Hemiptera
|
paurometabola
|
Bagian depan mengalami penebalan
|
Menusuk
mengisap
|
daun
|
|
4
|
Kutu
daun
|
Homoptera
|
paurometabola
|
sama
|
Menusuk
mengisap
|
daun
|
|
5
|
Lalat
buah
|
Diptera
|
holometabola
|
Bersayap dua
|
menjilat
|
buah
|
|
6
|
Jangkrik
|
Orthoptera
|
paurometabola
|
lurus
|
Menggigit
menguyah
|
Batang muda
|
|
7
|
Walang
sangit
|
Hemiptera
|
paurometabola
|
Bersayap seludang pada bagian depan,
bagian belakang seperti selaput
|
Menusuk
mengisap
|
Daun
|
|
8
|
Larva/uret
Kumbang
kelapa
|
Coloeptera
|
holometabola
|
lurus
|
Menggigit
menguyah
|
Akar
Pangkal batang
|
|
9
|
Larva
(Plutella xylostella)
|
Lepidoptera
|
Holometabola
|
-
|
Menggigit
Mengunyah
|
Daun
|
|
10
|
Ngengat
(imago)
(Plutella xylostella)
|
Lepidoptera
|
Holometabola
|
Sisik-sisik kecil
|
Mengisap
menusuk
|
Bunga
|
3.2.
Pembahasan
1)
|
Sayap seludang
|
|
Perut
|
|
Kaki
|
|
Kepala
|
|
Mulut
|
Gambar 1. Kumbang
kelapa dan bagian-bagiannya
Sumber. Dokumentasi
pribadi
Kumbang kelapa memiliki
warna yang gelap. Kumbang ini sering menyerang tanaman kelapa yang masih muda
maupun yang sudah dewasa. Kumbang kelapa memiliki dua pasang sayap. Sayap
depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.
Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di
tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang
istirahat melipat di bawah sayap depan. Tipe mulutnya larva dan
imagonya sama-sama menggigit dan menguyah. Dan merupakan serangga yang
mengalami metamorfosis sempurna (holometabola) yang melewati stadia
telur-larva-kepompong (pupa)-imago (dewasa). Adapun cara untuk mengendalikan
hama ini adalah dengan menebang, membakar, atau membelah pohon-pohon kelapa
yang mati, sarang-sarangnya dibakar, pelepah daun kelapa dibersihkan setiap
menurunkan buah, kumbang yang ditemukan dibunuh atau dicungkil keluar dari
lubangnya.
Penggunaan kelapa mati yang dibiarkan tegak merupakan cara yang cukup efektif untuk pengendalian hama ini. Pengendalian dengan sistem ini dapat dilakukan bersama-sama dengan pengendalian lain, yaitu dengan cendawan Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes, sehingga larva yang berada dalam tegakan tersebut akan terinfeksi oleh cendawan ataupun virus.
Penggunaan kelapa mati yang dibiarkan tegak merupakan cara yang cukup efektif untuk pengendalian hama ini. Pengendalian dengan sistem ini dapat dilakukan bersama-sama dengan pengendalian lain, yaitu dengan cendawan Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes, sehingga larva yang berada dalam tegakan tersebut akan terinfeksi oleh cendawan ataupun virus.
2)
|
Kaki
|
|
Antena
|
|
Sayap
|
|
Torak
|
|
Abdomen
|
|
Kepala
|
Gambar 2. Belalang Kayu dan Bagian-bagiannya
Sumber : wikipedia
|
Sayap
|
3)
|
Antenaa
|
|
Torak
|
|
Kaki
|
|
Kepala
|
Gambar 3. Kepik dan Bagian-bagiannya
Sumber : wikipedia
Padaa umumnya kepik memiliki dua pasang sayap (beberapa spesies ada yang
tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal ( basal ) dan pada
bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra . Sayap
belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan.
Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antena, mata facet dan occeli. Tipe alat mulut nimfa dan imago sama yaitu menusuk mengisap.
Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia telur - nimfa - dewasa. Bentuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya. Adapun cara pengendalian dari serangga ini dengan melakukan penanaman serempak dalam waktu sepuluh hari, pergiliran tanaman bukan inang, menjaga kebersihan lahan dari tanaman pengganggu atau gulma, dan pengumpulan kepik dewasa atau nimfa untuk di musnahkan (Arief, 1994).
Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antena, mata facet dan occeli. Tipe alat mulut nimfa dan imago sama yaitu menusuk mengisap.
Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia telur - nimfa - dewasa. Bentuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya. Adapun cara pengendalian dari serangga ini dengan melakukan penanaman serempak dalam waktu sepuluh hari, pergiliran tanaman bukan inang, menjaga kebersihan lahan dari tanaman pengganggu atau gulma, dan pengumpulan kepik dewasa atau nimfa untuk di musnahkan (Arief, 1994).
4) Kutu daun (Aphis .sp)
|
Kepala
|
|
Dada
|
|
Kaki
|
|
Kepala
|
Gambar 4. Kepik dan Bagian-bagiannya
Sumber : wikipedia
Secara umum kutu berukuran antara 1-6 mm, tubuh lunak, berbentuk
seperti buah per, pergerakan rendah dan biasanya hidup secara berkoloni
(bererombol). Tipe mulut pada larva menyerang atau menghisap. Dan sistem perkembangannya
metamorfosis tidak sempurna (paurometabola) yaitu melalui stadia telur-nimfa-dewasa. Kutu daun dapat dikendalikan tanpa menggunakan bahan
kimia. Beberapa metode populer yang digunakan untuk membasmi kutu daun dengan menyemprot tanaman menggunakan
air,
membuat
semprotan cabean menggunakan
predator alami.
5)
Lalat buah (Dacus
.sp)
|
Abdomen
|
|
Kepala
|
|
Sayap
|
|
Kaki
|
|
Mulut
|
Gambar 5. Lalat
Buah dan Bagian-bagiannya
Sumber :
wikipedia.
Lalat
buah mempunyai panjang tubuh sekitar 3 sampai 4 mm, tubuhnya berwarna kuning
kecoklatan. Serangga ini bersayap dua. Dua buah sayap belakangnya berubah
menjadi bulatan (halter) yang berfungsi sebagai alat keseimbangan sewaktu
terbang. Tipe alat mulut larvanya menggigit mengunyah, sedangkan imagonya
menjilat. Tipe perkembangannya mengalami metamorfosis sempurna (holometabola)
yang melewati stadia telur-larva-kepompong (pupa)-imago (dewasa). Adapun cara-cara untuk mengendalikan hama
lalat buah ini melakukan pergiliran tanaman untuk memutus rantai perkembangan
lalat, mengumpulkan semua buah yang terserang dan memusnahkannya, mengendalikan
dengan perangkap metil eugenol yang sangat efektif dengan cara memasukkan metil
eugenol dalam kapas ke botol bekas air mineral yang telah diolesi minyak
goreng, atau diberi air. Lalu digantungkan perangkap di pingir kebun.
6)
Jangkrik (Gryllus
mitratus)
|
Perut
|
|
Antena
|
|
Sayap
|
|
Kaki
|
|
Kepala
|
|
Mulut
|
Gambar 6.
Jangkrik dan Bagian-bagiannya
Sumber : Dokumentasi
pribadi.
Jangkrik
dikenal sebagai pemakan tumbuhan. Anggota dari ordo ini umumnya memiliki sayap
dua pasang. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena
menebal/mengeras dan disebut tegmina . Sayap belakang membranus dan melebar
dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di
bawah sayap depan.
Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain memiliki dua buah mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana. Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum . Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen. Serangga ini memiliki metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur - nimfa - dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya. Cara pengendalian dengan penggunaan lampu atau door pada malam hari, biasanya jangkrik akan berdatangan, kemudian menangkapnya.
Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain memiliki dua buah mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana. Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum . Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen. Serangga ini memiliki metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur - nimfa - dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya. Cara pengendalian dengan penggunaan lampu atau door pada malam hari, biasanya jangkrik akan berdatangan, kemudian menangkapnya.
7)
|
Antena
|
|
Kaki
|
|
Mulut
|
|
Perut
|
|
Sayap
|
Gambar 7. Walang sangit dan
bagian-bagiannya
Sumber : wikipedia
Walang
sangit selain menyerang tananamn padi yang sudah bermalai dapat pula berkembang
pada rumput-rumputan. Tipe mulut nimfa dan imagonya adalah menusuk-menghisap.
Sedangkan hama ini mengalami metamorfosa yang sederhana, yaitu paurometabola melalui
stadia telur-nimfa–imago (dewasa). Serangan walang sangit dapat
dikendalikan dengan melakukan penanaman serempak, menggunakan perangkap keong yang dibusukkan, pemanfaatan asap, dan penggunaan kapur barus.
8)
Larva/Uret Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros)
|
Kepala
|
|
Abdomen
|
|
Mulut
|
|
Kaki
|
Gambar 8. Larva/Uret Kumbang Kelapa
dan bagian-bagiannya
Sumber : Wikipedia.
Pada umumnya larva dari kumbang
kelapa ini berwarna putih susu dan setelah dewasa berwarna putih kekuningan berbentuk
huruf C seperti melengkung, warna bagian ekornya agak gelap dengan panjang 7-10
cm. Tubuh bagian belakang lebih besar dari bagian depan. Pada permukaan tubuh
larva terdapat bulu-bulu pendek, dan pada bagian ekor bulu-bulu tersebut tumbuh
lebih rapat, memiliki kepala berwarna coklat kehitaman. Larva umumnya memiliki kaki
thoracal (tipe oligopoda). Metamorfosis bertipe holometabola (sempurna) yang
perkembangannya melalui stadia telur-larva-kepompong. Pada awalnya telur
diletakkan pada bagian-bagian batang tanaman yang sudah lapuk, kemudian telur
tersebut berubah menjadi imago, dan dari imago kemudian menjadi kumbang dewasa
yang menyerang tanaman kelapa. Pengendalian yang dapat dilakukan dengan pengutipan
larva dan pemanfaatan musuh alami seperti Santalus
parallelus yang merupakan predator telur dan larva (Wikipedia, 2014).
9) Larva
(Plutella xylostella)
|
Abdomen
|
|
Kepala
|
Gambar
9. Larva dan bagian-bagiannya
Sumber
: wikipedia
Larva Plutella xylostella memiliki tipe alat
mulut penggigit, umumnya mudah dibedakan dengan larva serangga hama lainnya
karena larva ini tidak mempunyai garis membujur pada tubuhnya. Larva terdiri
atas empat instar. Ukuran larva instar keempat 10-12 mm. Tubuhnya berwarna
hijau muda terdapat bulu hitam tipis. Apabila disentuh larva bereaksi ganas,
menjatuhkan diri dan membentuk benang sutera. Pupa terletak pada daun atau
batang, seperti jalinan benang berwarna putih sehingga nampak seperti kumparan
benang. Ketika larva (ulat) muda menetas dari telur, maka larva akan mulai
untuk menyerang tanaman dengan cara mengorok selama 2-3 hari. Tipe perkembangan
dari serangga ini secara holometabola (sempurna) melalui stadia telur – larva -
kepompong-dewasa. Cara pengendalian yang dapat dilakukan
dengan melakukan pergiliran tanaman, pembalikan tanah lokasi tanaman,
pengeringan lahan, memusnahkan ulat, serangga dewasa, maupun telur yang
menempel pada tanaman, dan membuang tanaman yang sudah terserang,
10)
|
Antena
|
|
Mulut
|
|
Kaki
|
|
Sayap
|
|
Kepalaa
|
Gambar 10. Ngengat/imago dan bagian-bagiannya
Sumber : Wikipedia.
Ngengat
terdiri dari dua pasang. Seranngga dari sayap ini terdiri dari sisik-sisik kecil
yang akan menempel bila dipegang. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut bertipe
mengisap menusuk pada imago, sedangkan pada larvanya menggigit mengunyah. Larva
bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya
bertipe obtekta. Dari tipe serangga ini hanya stadium larva (ulat) saja yang
berpotensi sebagai hama , namun beberapa diantaranya ada yang predator.
Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar. Metamorfosisnya
bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadia telur –
larva - kepompong -dewasa. Beberapa cara pengendalian yang dapat dilakukan dengan
sistem kondomisasi, yaitu dengan menyelubungi bagian yang diserang dengan bungkus plastik yang bagian bawahnya
tetap terbuka.
IV. PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Berdasarkan
praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pada filum arthropoda
terdapat enam ordo yang bertindak sebagai hama serangga yaitu, orthoptera,
hemiptera, homoptera, diptera, lopideptera, dan coloeptera. Keenam ordo ini
dapat dibedakan berdasarkan sayap, dada, perut, dan kaki. Tipe perkembangan
yang dimiliki ada yang bersifat metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Tipe
alat mulut yang dimiliki ada yang menggigit mengunyah, menusuk mengisap,
menyerang atau mengisap, dan menjilat.
4.2. Saran
Saran
yang saya berikan ada baiknya pengenalan ordo-ordo serangga dilakukan pada serangga
yang menyerang tanaman palawija, karena setidaknya tanaman palawija lebih mudah
terserang dibanding tanaman tahunan sehingga dapat dilakukan pengendalian
secara alami pada penelitian-penelitian sederhana.
DAFTAR PUSTAKA
Arief, arifin. 1994. Perlindungan
Tanaman Hama Penyakit dan Gulma. Usaha Nasional.
Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar